
a.
Tingkat Kehidupan Mental
1. Alam Tidak Sadar
Alam tidak sadar (unconscious)
menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan, maupun insting yang tidak disadari
tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan, dan tindakan.
2.
Alam Bawah Sadar
Alam bawah sadar (preconscious) ini
memuat semua elemen yang tidak disadari, tetapi bisa muncul dalam kesadaran dengan cepat atau agak sukar.
3.
Alam Sadar
Alam sadar (conscious) didefinisikan
sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam
kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang bisa langsung
diraih.
b.
Struktur Kehidupan Mental
1.
Id
Id
merupakan sestem kepribadian yang paling dasar yang berisi naluri-naluri
bawaan. Fungsinya sebagai penyedia dan penyalur energi kegiatan-kegiatan yang
dilakukan. Contoh: bila manusia lapar maka ia akan makan
2.
Ego
Ego adalah sistem kepribadian yang bertindak sebagai
pengarah individu kepada dunia objek dari kenyataan dan menjalankan fungsinya
berdasarkan prinsip kenyataan. Contoh: bila
manusia lapar dan dia tidak mendapati makanan, maka ia akan mencari tempat
dimana sekiranya ia akan menemukan makanan.
3.
Superego
Superego
adalah sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai dan aturan-aturan yang
sifatnya evaluatif. Mempertimbangkan baik-buruk. Contoh: bila manusia lapar kemudian ia menemukannya makanan
yang bukan miliknya, maka ia tidak akan mengambil makanan tersebut.
c.
Terapi Psikoanalisis
1. Tujuan Terapi
Psikoanalisis
Ø
Membentuk kembali
struktur karakter individu dengan jalan membuat kesadaran yang tak disadari di
dalam diri klien.
Ø
Fokus pada upaya
mengalami kembali pengalaman masa anak-anak.
2.
Fungsi dan Peran Terapis
Ø
Terapis membiarkan
dirinya anonym serta hanya berbagi sedikit perasaan dan pengalaman sehingga
klien memproyeksikan dirinya kepada terapis.
Ø
Peran Terapis
v
Membantu klien dalam
mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hubungan
personal dalam menangani kecemasan secara realistis.
v Terapis memberikan perhatian khusus
pada penolakan-penolakan klien.
v Mendengarkan kesenjangan-kesenjangan dan pertentangan-pertentangan pada cerita klien.
3.
Hubungan Terapis dan Klien
Ø
Hubungan
dikonseptualkan dalam proses transferensi yang menjadi inti Terapi
Psikoanalisis
Ø
Transferensi mendorong
klien untuk mengalamatkan pada terapis “urusan yang belum selesai” yang
terdapat dalam hubungan klien di masa lalu dengan orang yang berpengaruh
Ø
Sejumlah perasaan
klien timbul dari konflik-konflik seperti percaya lawan tidak percaya, cinta
lawan benci
Ø
Transferensi terjadi
pada saat klien membangkitkan kembali konflik masa dininya yang menyangkut
cinta, seksualitas, kebencian, kecemasan dan dendamnya.
Ø Jika terapis mengembangkan pandangan yang
tidak selaras yang berasal dari konflik-konflik sendiri, maka akan terjadi kontra transferensi
v
Bentuk
kontratransferensi (perasaan tidak suka atau keterikatan dan keterlibatan yang
berlebihan).
v
Kontratransferensi
dapat mengganggu kemajuan terapi.
4. Teknik Terapi Psikoanalisis
a. Asosiasi Bebas
Asosiasi bebas adalah suatu metode pemanggilan kembali
pengalaman-pengalaman masa lalu dan pelepasan emosi-emosi yang berkaitan dengan
situasi-situasi traumatik di masa lalu. Dalam teknik ini klien disuruh untuk
duduk santai atau tidur lalu menceritakan semua pengalaman yang terlintas dalam
benaknya baik yang teratur maupun yang tidak, sepele atau penting, logis atau
tidak logis, relevan atau tidak, semuanya harus diungkapkan. Asosiasi yang
diucapkan itu kemudian ditafsirkan sebagai pengungkapkan tersamar pengalaman
yang direpres.
b.
Penafsiran
Penafsiran adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi
bebas, mimpi, resistensi dan transferensi. Prosedurnya terdiri atas
tindakan-tindakan analisis yang menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien
makna-makna tingkah laku yang dimanifestasikan. Penafsiran yang
diberikan oleh terapis menyebabkan adanya pemahaman dan tidak terhalanginya
alam bawah sadar pada diri klien. Terapis harus benar-benar menyadari
mekanisme-mekanisme dan berbagai dorongan untuk mempertahankan dirinya sebab
kalau tidak dia akan jatuh ke dalam perangkap penafsiran terhadap berbagai
perasaan dan pikiran dinamik pasien menurut sederet pengalaman dan masalah
hidup analis sendiri.
c.
Analisis mimpi
Freud memandang mimpi sebagai jalan utama menuju ke alam
tak sadar karena isi mimpi ditentukan oleh keinginan-keinginan yang direpres. Pada teknik ini difokuskan untuk mimpi-mimpi yang
berulang-ulang, menakutkan, dan sudah pada taraf mengganggu.
d.
Analisis
dan Penafsiran Resistensi
Analisis
dan Penafsiran Resistensi adalah
yang ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan yang ada
dibalik resistensi atau dinamika
yang tidak disadari untuk mempertahankan kecemasan. Terapis harus bisa
menerobos kecemasan yang ada pada pasien sehingga pasien bisa menyadari alasan
timbulnya resitensi tersebut. Setelah klien bisa menyadarinya, pasien bisa
menanganinya dan bisa mengubah tingkah lakunya.
e.
Analisis Transferensi/Pengalihan
Analisis Transferensi/Pengalihan Adalah teknik utama dalam
terapi psikoanalis karena dalam teknik ini, masa lalu dihidupkan kembali. Pada
teknik ini diharapkan pasien dapat memperoleh pemahaman atas sifatnya sekarang
yang merupakan pengaruh dari masa lalunya. Transferensi
dinilai sebagai alat yang sangat berharga bagi terapis untuk menyelidiki
ketidaksadaran pasien karena alat ini mendorong klien untuk menghidupkan
kembali berbagai pengalaman emosional dari tahun-tahun awal kehidupannya.
Teknik analisis transferensi dilakukan agar klien mampu mengembangkan
tranferensinya guna mengungkap kecemasan-kecemasan yang dialami pada masa
lalunya (masa anak-anak), sehingga terapis punya kesempatan untuk menginterpretasi
tranferen. Dan pada teknik ini terapis menggunakan sifat-sifat netral,
objektif, anonim, dan pasif serta tidak memberikan saran. Transferensi pada
tahap yang paling kritis berefek abreaksi (pelepasan tegangan emosional) pada
pasien.
Sumber:
·
D.Gunarsa, Prof.DR.Singgih.
(1992). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
·
Naisaban, Ladidlaus. Para psikologi terkemuka dunia: Riwayat,
pokok pokiran dan karya. Jakarta: Grasindo.
·
https://nurainiajeeng.wordpress.com
Nama: Nurul Syifana
Kelas: 3PA05
0 komentar:
Posting Komentar